Pengaruh dalam perkembangan teknologi dapat dikatakan sebagai kegiatan positif yaitu mempermudah dan mempermudah dan mempersingkat proses pertukan informasi dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan. Hal ini bisa di implementasikan di beberapa daerah di Indonesia untuk dijadikan peluang bagus terutama daerah daerah yang belum banyak menggunakan teknologi seperti di desa-desa.

Seperti hal nya program pemerintah yaitu Smart Village, yang kemarin launching di desa Pesawaran Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dalam sambutannya menjelaskan, program Smart Village digagas dalam rangka mendukung Nawacita Ketiga Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari penggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Apalagi beliau berkata, dari sudut pandang kewilayahan, sebanyak 91% wilayah Indonesia secara administrative berada di desa sehingga dinilai strategis dalam pembangunan nasional.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah yang tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Suprapedi, menilai gagasan Gubernur Lampung terkait program Smart Village ini Luar biasa yang akan sangat berdampak pada pembangunan desa. Ia mengatakan, untuk membangun Indonesia mesti dimulai dari desa karena memiliki kontribusi sekitar 74% bagi Indonesia.

Demi mencapai keberhasilan Smart Village, Pemprov melaksanakan kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya memlalui program perhutanan sosial. Sebab, 42 desa di kabupaten Pesawaran merupakan desa penyangga Taman Hutan Raya ( Tahura ) yang dapat memanfaatkan hasil hutan diluar kayu, seperti kemiri, aren, durian dan sebagai bentuk kepedulian desa terhadap kelestarian hutan.

Source : https://www.lampost.co/berita-smart-village-jadi-wadah-optimalisasi-potensi-desa.html

2 comments on “Smart Village Jadi Wadah Optimalisasi Potensi Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *